Nasional / Pendidikan /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 19/03/2019 17:16 WIB

Ujian Nasional Bukan Tolak Ukur Keberhasilan Siswa

Ujian Nasional berbasis komputer
Ujian Nasional berbasis komputer
JAKARTA, DAKTA.COM - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno menjanjikan akan menghapus sistem Ujian Nasional (UN) dalam acara debat ketiga Pilpres pada Ahad (17/3) malam lalu. 
 
Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Generasi, Ena Nurjanah menilai sistem Ujian Nasional memang harus dikritisi secara menyeluruh. 
 
"Menilai kemajuan hasil belajar peserta didik tidak cukup dilihat dari hasil UN semata. Tidak ada alasan yang signifikan  bahwa UN merupakan satu-satunya parameter terbaik untuk mengukur keberhasilan belajar siswa," papar Ena dalam keterangan persnya di Jakarta pada Selasa (19/3).
 
Menurut Ena hasil belajar sangat ditentukan dari prosesnya yang mengedepankan pendekatan berbagai bidang keilmuan, bagaimana menumbuhkan motivasi belajar dari dalam diri anak itu sendiri, bagaimana mengajarkan anak berpikir analitis dan bukan sekedar menghapal bahan pelajaran.
 
"Jika mengabaikan setiap tahapan dari proses maka kita hanya membuang waktu saja. Padahal, waktu anak-anak sudah tersita banyak untuk hadir di sekolah," imbuhnya. 
 
Oleh karena itu, imbuh Ena, sistem Ujian Nasional yang selama ini diterapkan harus ada perubahan, agar anak-anak tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memberi kesempatan bagi anak-anak yang mempunyai kecerdasan lainnya. 
 
"Pada akhirnya, tidak perlu lagi harus memaksakan adanya UN, karena UN  hanya memberi ruang emas bagi anak-anak yang memiliki kecerdasan intelegensi, sedang anak-anak dengan kecerdasan lain seperti kecerdasan kinstetik, kecerdasan seni, kecerdasan bahasa, dan lainnya berada dalam posisi yang tidak menguntungkan bagi capaian hasil UN mereka," jelas Ena. 
 
Ena menambahkan jika tujuan UN untuk melihat mutu pendidikan setiap sekolah, maka tidak perlu UN menjadi penentu kelulusan bagi siswa. 
 
"Cukuplah hasil UN menjadi domain kebutuhan pemerintah untuk secara jujur mengakui kemampuan tiap-tiap sekolah. UN menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan sekaligus peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah," tutupnya. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 404 Kali
Berita Terkait

0 Comments