Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 14/03/2019 11:11 WIB

Mencontoh Sikap Berdagang Ala Rasulullah SAW

Bincang Keuangan bersama Osrinita Oesman tentang Berbisnis Cara Rasulullah SAW
Bincang Keuangan bersama Osrinita Oesman tentang Berbisnis Cara Rasulullah SAW
BEKASI, DAKTA.COM - Umat Islam dianjurkan untuk menjadi orang kaya, supaya tidak bergantung kepada orang lain dan dapat berbagi terhadap sesama.
 
Rasulullah SAW pun adalah saudagar kaya yang menerapkan cara dan sikap berdagang luar biasa. Beliau mencontohkan kepada umatnya agar berdagang secara jujur dan adil.
 
Menurut Praktisi Keuangan, Osrinita Oesman bahwa sikap dan cara berdagang ala Rasulullah SAW sudah dijelaskan dalam Al Quran dan Hadits.
 
"Rasulullah mencontohkan berdagang itu harus shiddiq atau jujur. Artinya Rasulullah tidak pernah ingkar janji dalam berdagang, tidak pernah menyembunyikan cacat pada barang dagangannya, dan tidak mengelabui harga pasar," katanya dalam Bincang Keuangan di Radio Dakta, Kamis (14/3).
 
Selain itu, dalam berdagang, Rasulullah SAW sangat amanah ketika berjanji dan tidak berlebihan saat melakukan promosi. Kemudian tabligh, artinya benar ketika berbicara, santun, dan tidak ambigu.
 
"Paling penting adalah tidak boleh menempuh jalan riba. Karena Allah SWT sudah menjamin rezeki setiap manusia, jadi engga perlu sikut-sikutan," terangnya.
 
Bukan hanya itu, dalam Al Quran juga dijelaskan bahwa kita tidak boleh terlalu mementingkan pekerjaan dan mengenyampingkan ibadah.
 
"Usahanya harus maksimal, tetapi dalam Al Quran dijelasakan apabila telah melaksanakan sholat maka bertebaran lah kamu di muka bumi. Jadi keduanya harus balance. Begitu Islam mengajarkan cara berdagang yang sempurna dan lengkap," paparnya. **
 
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 146 Kali
Berita Terkait

0 Comments