Jelang Pilpres 2019 /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 07/02/2019 08:14 WIB

BPN: Proyek Infrastruktur Jokowi Tak Efisien

Diskusi Tantangan Ekonomi dan Problematika Infrastruktur Energi Pangan dan Lingkungan
Diskusi Tantangan Ekonomi dan Problematika Infrastruktur Energi Pangan dan Lingkungan
JAKARTA, DAKTA.COM - Jubir BPN Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara menilai pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Presiden Jokowi tidak efisien. Ia mencontohkan pembangunan proyek Light Rapid Transit (LRT) di Palembang yang justru membebani keuangan negara. 
 
"Sampai hari ini, pemasukan dari LRT Palembang tidak memenuhi target. Pemerintah harus keluarkan biaya 10 miliar rupiah perbulan untuk biaya operasional, sementara pemasukannya hanya 1 miliar," ungkap Suhendra dalam diskusi Rabu BIRU bertajuk 'Tantangan Ekonomi dan Problematika Infrastruktur, Energi, Pangan dan Lingkungan' di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta pada Rabu (5/2).
 
Di sisi lain, lanjut Suhendra, penugasan dari pemerintah untuk menggarap proyek infrastruktur yang terkesan ambisius dan kejar tayang ini membawa pilu bagi BUMN konstruksi. Ia mencatat, setidaknya ada empat BUMN konstruksi yang saat ini terbebani utang lantaran menggarap proyek infrastruktur pemerintah.
 
"Ini adalah buntut dari kebijakan pemerintah yang tidak memperhitungkan dampak jangka panjang. Ini seolah-olah 'anda selesaikan ini, pokoknya saya nggak mau tahu', sehingga BUMN-BUMN ini berhutang dan menanggung risiko keuangannya," imbuhnya.
 
Sementara itu, Pengamat Ekonomi Politik Salamuddin Daeng mengatakan, proyek infrastruktur yang tidak efisien dan dibiayai dari hutang menunjukkan adanya pamrih pemerintah kepada pihak asing. 
 
"Ekonomi kita sebenarnya mengalami double defisit, secara makro tidak bisa saving. Jadi ketika ada suatu kejadian pembangunan di negara ini maka itu mudah kita terjemahkan, itu bukan punya kita, itu hasil utang," ucap Salamuddin. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 349 Kali
Berita Terkait

0 Comments