Nasional / Politik dan Pemerintahan /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 31/01/2019 15:00 WIB

Caleg Mantan Napi Korupsi Terbanyak Ada di Parpol Pengusung Jokowi

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono
Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Ferry Juliantono

JAKARTA, DAKTA.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengaku gerah dengan pernyataan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Gerindra sebagai salah satu partai penyumbang caleg mantan napi korupsi terbanyak. Tudingan itu dilontarkan Jokowi kepada Prabowo pada debat capres perdana yang diselenggarakan Kamis (17/1) lalu.

Ferry menilai pernyataan Jokowi salah alamat. Sebanyak 49 caleg Partai Gerindra yang berstatus mantan napi korupsi berada di tingkat DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten. Sementara tidak ada caleg DPR RI berstatus mantan napi korupsi.

"Jokowi tidak tepat menyerang Prabowo, karena caleg mantan koruptor berada di DPRD tingkat I dan II. Jadi bukan kewenangan Prabowo sebagai Ketua Umum menandatangani pencalegan itu," kata Ferry dalam keterangannya, Kamis (31/1).

Tak hanya salah alamat, pernyataan Jokowi tentang caleg mantan napi korupsi juga dinilai tidak konsisten. Ferry mengatakan Jokowi tidak menolak bila ada mantan terpidana korupsi yang mencalonkan diri jadi anggota legislatif.

"Masyarakat masih ingat, saat itu Jokowi bilang menjadi caleg itu adalah hak dan dijamin konstitusi. Jokowi jadi tampak tak konsisten dengan ucapannya sendiri," kata Ferry.

Lebih lanjut, Ferry meminta Jokowi secara jujur mengakui bahwa mayoritas caleg mantan napi korupsi yang diumumkan KPU justru berasal dari partai-partai anggota Koalisi Indonesia Kerja.

"Gaya Jokowi ini seperti maling teriak maling. Kita minta Jokowi jujur,  jangan menyerang paslon lain dengan isu yang sebenarnya juga dia lakukan dan dia setujui," kata Ferry. **

Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 1642 Kali
Berita Terkait

0 Comments