Nasional /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 08/01/2019 13:52 WIB

ACTA Laporkan Komisioner KPU Pramono Ubaid ke DKPP

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tantowi
Komisioner KPU Pramono Ubaid Tantowi
JAKARTA, DAKTA.COM - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). 
 
Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan Pramono karena dianggap melampaui kewenangannya sebagai komisioner KPU, pihaknya berpendapat Pramono tidak netral terkait dengan cuitan Andi Arief soal surat suara tercoblos.
 
Wakil Ketua ACTA, Hendarsam Martoko mengatakan, pernyataan Pramono seharusnya jadi kewenangan penyidik kepolisian. Selain itu, pernyataan Pramono dinilai menyudutkan Andi Arief yang juga jadi bagian dari pendukung pasangan Prabowo-Sandi.
 
"Kami melihat Pramono mengeluarkan statement yang di luar tupoksi KPU sendiri, yang menilai bahwa twit dari Pak Andi Arief itu sudah dibuat terencana," kata Hendarsam di Jakarta, Selasa (8/1).
 
Menurutnya, sebagai anggota KPU RI, Pramono seharusnya profesional dalam bertindak dan berkomentar hanya terkait dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). 
 
"Dia bukan penyidik pidana, jadi tidak memiliki kapasitas untuk menyampaikan dugaan dalam konteks pidana," tuturnya.
 
ACTA melaporkan Pramono diduga melanggar Pasal 8 huruf c Peraturan DKPP Nokor 2 Yahun 2017 juncto Pasal 10 huruf d Peraturan Bersama Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum Nomor 13 Tahun 2012 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum.
 
Ia menyampaikan, pihaknya juga menyerahkan sejumlah barang bukti yang diajukan ke DKPP untuk memperkuat pelaporan.
 
"Bukti-bukti yang dilampirkan adalah statement dari teradu melalui media-media yang sudah di-capture, ada pendapat ahli juga, dan pernyataan dari para saksi," ucapnya.
 
Sebelumnya Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief melontarkan cuitan di Twitter tentang kabar tujuh kontainer berisi surat suara yang tercoblos untuk paslon nomor urut 01. Kemudian, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi berkomentar terkait cuitan Andi Arief.
 
"Memang pilihan katanya sudah didesain, sudah dipikirkan secara matang agar dia tidak dituduh menyebarkan hoaks. Jadi itu memang sudah dia pikirkan secara matang pilihan kata-katanya. Ada katanya, ada 'minta tolong', itu bagian dari strategi saja," komentar Pramono. **
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 201 Kali
Berita Terkait

0 Comments