Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 04/01/2019 11:21 WIB

Atasi Wasir Hingga Tuntas di Vena Wasir Center

Bincang Sehat bersama Vena Wasir Center
Bincang Sehat bersama Vena Wasir Center
BEKASI, DAKTA.COM - Konsumsi buah dan sayuran masyarakat Indonesia masih kurang dari rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu sebanyak 400 gram per hari. Selain itu, masyarakat Indonesia memiliki kegemaran dalam mengonsumsi makanan pedas dan makanan cepat saji yang menjadi salah satu penyebab terkena risiko beberapa penyakit salah satunya penyebab tingginya penderita hemoroid (wasir atau ambeien).
 
dr. Hestina Setiawati selaku Manager Pelayanan Medis PT Rumah Sunatan Indonesia menjelaskan wasir atau ambeien dalam dunia kedokteran berarti pelebaran pembuluh darah vena (pembuluh darah balik) di dalam pleksus hemorrhoidalis yang ada di daerah anus. Kondisi ini muncul saat terjadi peningkatan tekanan pembuluh darah vena di sekitar pinggang, karena konstipasi, kebiasaan mengejan atau memaksa saat buang air besar, kelebihan berat badan, serta kehamilan.
 
"Orang terkena penyakit wasir memiliki gejala diantaranya rasa tidak nyaman karena terdapat benjolan dibagian anus dan menimbulkan rasa nyeri. Perdarahan, akibat pecahnya dinding pembuluh darah vena diliang anus sehingga mengeluarkan darah pada saat buang air besar atau tidak buang air besar. Rasa Gatal di anus dan juga rasa terbakar di anus," jelasnya dalam Bincang Sehat di Radio Dakta, Jumat (4/1).
 
Menurutnya, Wasir ini dapat dialami oleh siapapun tanpa ada batasan usia. Namun, pada umumnya, Wasir dialami oleh para lansia. Seringkali penderita merasa malu atau menganggap penyakit ini tidak berbahaya maka kurang diperhatikan. Namun, jika tidak segera diobati hemoroid atau wasir ini akan mengganggu aktivitas.
 
"Untuk menghindarinya maka kita dianjurkan mengkonsumsi makanan sehat berupa sayur mayur dan buah-buahan," ucapnya.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Vena Wasir Center hadir dengan menyediakan layanan medis untuk penderita hemoroid atau wasir. Sebelumnya, Vena Wasir Center lebih dikenal dengan nama Rumah Wasir Andalan. Alasan melakukan rebranding atau perubahan nama ini bertujuan untuk menjadikan Vena Wasir Center menjadi pusat pengobatan wasir terpadu. 
 
"Vena wasir center memiliki layanan konsultasi dan pemeriksaan dengan menggunakan Anuscope Digital. Dengan menggunakan Anuscope Digital, pasien dapat mengetahui secara detail dan akurat mengenai kondisi wasir yang tengah dialaminya. Selain itu, hasil pemeriksaan dengan Anuscope Digital dapat dicetak," terang Manajemen Vena Wasir Center, Slamet Sukamto, SE dalam talkshow.
 
Vena Wasir Center merupakan pusat pengobatan wasir terpadu yang didirikan oleh Badan Usaha PT. Rumah Sunatan Indonesia. Berpusat di Jatiasih Kota Bekasi, Vena Wasir Center telah memiliki beberapa cabang seperti Cibubur, Mampang- Jakarta Selatan, Serpong-Tanggerang, Medan, dan Semarang. Vena Wasir Center akan kembali membuka cabang baru di Surabaya-Jawa Timur.
 
Untuk prosedur pengobatan, pasien dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter Vena Wasir Center. Untuk memastikan apakah seseorang terkena wasir umumnya tidak diperlukan pemeriksaan khusus, dokter akan melakukan pemeriksaan kondisi sekitar anus saja. Selanjutnya tindakan dan kontrol, pasien yang telah dilakukan tindakan, diwajibkan untuk control ke Vena Wasir Center satu minggu setelah tindakan atau sesuai perjanjian dengan dokter.
 
Terdapat beberapa pilihan terapi untuk mengatasi wasir. Baik terapi non bedah atau terapi bedah, terdapat beberapa pilihan pengobatan seperti skleroterapi, rubber band ligation,  cryosurgery, infrared photocoagulation, dan metode terapi terbaru yang cukup menjanjikan untuk atasi wasir menahun adalah radiofrekuensi. 
 
"Vena Wasir Center juga melayani sunat dan penyakit gangguan Anorektal lain, seperti fisura, fistulani, abses perianal, kondiloma," ujar Purqonsyah selaku Manager Marketing Offline PT Rumah Sunatan Indonesia yang hadir juga dalam talkshow. **
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 2519 Kali
Berita Terkait

0 Comments