Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 04/12/2018 11:07 WIB

Ketua DDII Apresiasi Partisipasi Tokoh Lintas Agama di Reuni 212

Mohammad Siddik
Mohammad Siddik
BEKASI, DAKTA.COM - Acara reuni akbar 212 pada Ahad (2/12) berlangsung secara damai, tertib, bersih, dan teratur di kawasan silang Monas.
 
Ketua Umum Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII), KH Mohammad Siddik menyatakan apresiasi atas partisipasi berbagai tokoh-tokoh lintas agama pada acara reuni akbar 212. Dalam interview tokoh-tokoh lintas agama memberikan berbagai alasan yang menunjukkan dukungan mereka atas reuni 212 yang merupakan reaksi atas pelecehan ayat suci Al Qur’an oleh Gebernur penerus DKI waktu itu, Basuki Tjahya Purnama.
 
"Sekaligus dukungan tokoh lintas tokoh agama Kristen, Katolik, Hindu, dan Budha membantah kekhawatiran. Sementara kalangan reuni alumni 212 bersifat sektarian," ucapnya dalam keterangan tulis kepada Dakta, Selasa (4/12).     
 
Ia berharap kondisi seperti reuni 212 ini dapat dipelihara oleh semua pihak sesuai dengan prinsip dasar program yang mendorong Kerukunan Umat Beragama. 
 
Ia menganjurkan diadakannya langkah-langkah yang dapat lebih mengharmoniskan kerukunan hidup umat beragama. Dalam hubungan ini Ketua Umum Dewan Da'wah menyesalkan adanya partai politik yang menolak peraturan atau undang-undang yang memfasilitasi kehidupan umat beragama baik Islam maupun agama yang lain.
 
"Adanya penolakan terhadap peraturan atau undang-undang yang memfasilitasi pelaksanaan ibadah agama menunjukkan gagal faham terhadap sejarah kemerdekaan dan kesepakatan nasional oleh para 'founding fathers' kemerdekaan RI dari semua aliran dan agama," tuturnya.
 
Menurutnya, pernyataan seperti itu hanya mengundang kebencian dan perpecahan diantara anak Bangsa yang semuanya sudah sepakat menerima Pancasila sebagai filsafat Negara, yang otomatis harus menjadi dasar utama dalam menyusun perundangan dan tata kelola Negara ditingkat Pusat maupun Daerah. 
 
"Tugas negara memfasilitasi dan memudahnkan rakyatnya melaksanakan syariat agama anak negeri seperti yang telah terlaksana sejak hari-hari awal kemerdekaan RI dengan didirikannya Kementerian Agama pada bulan Januari 1946 yang mengayomi semua agama," pungkasnya. **
 
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 116 Kali
Berita Terkait

0 Comments