Nasional / Sosial /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 28/11/2018 13:57 WIB

Penjualan Buku Pilu di Palu untuk Korban Palu dan Lombok

Buku Pilu di Palu
Buku Pilu di Palu
JAKARTA, DAKTA.COM - Pilu di Palu, sebuah buku catatan perjalanan seorang aktivis kemanusiaan dan praktisi pendidikan saat menyaksikan langsung pasca bencana gempa dan tsunami yang menimpa Lombok dan Palu September Oktober 2018 lalu.
 
Buku ini dikemas dengan bahasa yang padat, lugas, dan ringan  dalam 46 judul cerita mulai dari JISc goes to Palu, Hebat IHH, Pilu di Palu, Kelapa, Satu komplek Amblas, Pagi ketiga di Palu, Kota mati, Bencanapun bisa memilih, Palu dan Donggala terbaru, Doa di lokasi bencana, Guru yang Jadi Dokter, Antre Bensin, Rakyat tolong rakyat, Paket untuk Para Penjarah, Pulang untuk kembali, Terima kasih Pesantren Hidayatulah, Partaimu apa Pak, Palu itu cantik, Relawan itu panggilan jiwa dan Mobil untuk Palu.
 
Secara runut, Penulis buku sekaligus pendiri Jakarta Islamic School, Fifi Proklawati Jubilea mengaku tulisan ini dibuat secara spontan atas usulan suami dan teman-temannya.
 
"Buku ini aku buat spontan saja atas usulan suami dan teman-teman, 'tulisan kamu bagus, menyentuh dan sederhana sehingga mudah dicerna," tulis Mam Fifi, Kamis (7/11) di Berlin, Jerman, di sela-sela pelatihan guru. 
 
Wanita yang akrab disapa Mam Fifi ini juga mengungkapkan bahwa dalam proses menulis dirinya selalu melibatkan perasaan bahkan dirinya membawa hatinya saat menulis
 
"Yaa, aku memang kalau menulis pakai perasaan. Aku bawa hatiku didalamnya. Aku merasakan apa yang dirasakan mereka, aku juga ikut menghayati apa yang mereka alami. Kalau siang, aku membantu mereka. Kalau malam, aku mendoakan mereka dan kalau tidur, aku membayangkan menjadi mereka, tidak punya rumah, bahkan toilet pun beramai-ramai satu kelurahan, sementara aku toilet sendiri di kamar sendiri," ungkap perempuan yang juga mendirikan sekolah Jakarta Islamic Boys Boarding School (JIBBS) ini.
 
Bahkan, atas izin Allah Mam Fifi yang awalnya tidak ada merencanakan datang ke lokasi bencana menjadi jatuh cinta dengannya.
 
"Awalnya aku nggak ada kepikiran pengin ke Lombok. Mendengar gempa, yaa sudahlah, kumpulkan uang saja dan kirim saja, lewat lembaga apa kek yang bisa dipercaya. Tapi kali ini berbeda. Allah perlihatkan gambar yang sangat menyentak ketika aku buka Facebook: gambar bule-bule lagi bersihin puing-puing reruntuhan dengan semangat dan gembira. Aku jadi malu sendiri. Bule aja nolongin sampai segitunya, masak aku cuma duduk-duduk aja dengar berita," kenangnya.
 
Dalam "Relawan Itu Panggilan Jiwa, Dermawan Itu Panggilan Cinta", Fifi menggambarkan kerja keras para relawan yang tanpa pamrih membantu masyarakat Lombok dan Palu.
 
Di setiap sub judul di buku ini, membuat kita berpikir akan kebesaran Allah yang Maha Dahsyat. Bagaimana akhirnya Mam Fifi menegur orang dalam judul "Jangan Berfoto di Depan Spanduk PKS," dan "Kini Negeri 100 Masjid Jadi Negeri 1000 Tenda," juga mewakili perasaan yang muslim tanah air.
 
Begitu juga dengan tulisan Mam Fifi dalam judul "Pulang untuk kembali" serta "Palu itu Cantik" membuat kita yang membacanya  ingin ambil bagian untuk memberikan kontribusi terbaik. **
Reporter : Boy Aditya
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 1372 Kali
Berita Terkait

0 Comments