Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 09/10/2018 15:26 WIB

KPAD Ungkap Kasus Group WhatsApp Pornografi Pelajar di Cikarang

Ilustrasi chatting mengandung pornografi
Ilustrasi chatting mengandung pornografi
BEKASI, DAKTA.COM - Dunia pendidikan Indonesia kembali dikejutkan dengan kasus yang tidak seharusnya terjadi di kalangan para pelajar.
 
Pada September lalu ditemukan adanya group percakapan di WhatsApp milik pelajar kelas 3 SMP di wilayah Cikarang Selatan yang mengandung konten pornografi.
 
Kejadian itu terungkap setelah dilakukan penggeledahan terhadap handphone siswa oleh guru setempat. Setelah dilakukan pengecekan ditemukan lah chat group yang bernama All Strat mengandung konten pornografi.
 
"Group itu terdiri dari 14 siswa dan 10 siswi sehingga total 24 pelajar dari anak kelas 3 SMP dari satu angkatan," kata Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bekasi, Muhammad Rojak saat dikonfirmasi Dakta, Selasa (9/10).
 
Ia mengungkapkan bahwa isi group tersebut bukan hanya mengandung konten pornografi melainkan juga ajakan tawuran dan aksi lainnya yang melanggar norma dan moral di masyarakat.
 
"Ketika Hp diambil kemudian pas dilihat isi percakapan di dalam group tersebut, terdapat 42 foto pornografi, benda tajam, ajakan tawuran, dan ada foto guru yang di dahinya digambar kelamin. Setelah ditelusuri lebih jauh di chat pribadi ternyata ada ajakan untuk melakukan mesum," ungkapnya.
 
Ia menyebutkan, masalah pergaulan bebas yang semakin marak ini harus menjadi perhatian dan tanggungjawab dari seluruh pihak baik dari guru maupun orang tua bahkan masyarakat.
 
"Kami meminta kepedulian dan kesadaran seluruh pihak untuk mencegah terjadinya aksi seperti ini terulang kembali," pungkasnya.
 
 
Sebelumnya juga diberikan bahwa dunia pendidikan Indonesia dihebohkan dengan munculnya group penyuka sesama jenis (gay) di Facebook yang anggotanya diduga pelajar SMP/SMA asal Kabupaten Garut.
 
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil berkomitmen untuk memberantas hal-hal semacam itu, dan akan mengkonfirmasi kebenarannya ke Bupati Garut.
 
"Saya mau kontak Bupati Garut untuk minta data setelah itu nanti saya kabari rencana tindakannya. Saya komit untuk memberantas hal-hal begitu. Apalagi ini di level usia pelajar," ujarnya dilansir dari Detikcom, Selasa (9/10). ** 

 

Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 530 Kali
Berita Terkait

0 Comments