Bekasi /
Follow daktacom Like Like
Selasa, 09/10/2018 11:43 WIB

Ustadz Zaitun: Bencana Sulteng Harus Jadi Renungan Bersama

Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin
Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin
BEKASI, DAKTA.COM - Bencana alam yang akhir-akhir ini melanda bangsa Indonesia harus menjadi renungan bersama atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
 
Belum usai kesedihan bangsa Indonesia atas bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok beberapa waktu lalu, kini Indonesia kembali dilanda bencana berupa gempa, tsunami, dan likuifaksi di Palu, Donggala, Sigi, Sulawesi Tengah.
 
"Bencana alam itu menjadi prihatin kita semua. Sudah sepatutnya ini menjadi renungan bersama bahwa bencana besar ini tidak terjadi begitu saja tetapi ada pesan yang datang sebagai peringatan," kata Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin kepada Dakta, Selasa (9/10).
 
Walaupun demikian, Ia mengatakan bahwa bencana alam yang melanda Indonesia merupakan takdir dari Allah SWT yang bisa saja suatu ujian atau pun hukuman atas dosa-dosa yang diperbuat oleh manusia.
 
"Kita harus merendahkan hati, jangan-jangan bencana ini hukum atas kesalahan yang kita perbuat, karena terkadang hukuman datang secara umum walaupun beberapa orang yang melakukannya. Namun kita tidak boleh memastikan ini adalah hukuman, tetapi ini ujian yang harus dilalui untuk meningkatkan kualitas keimanan kita dan menyempurnakan pahala," paparnya.
 
Sementara itu ia menilai bantuan dari masyarakat Indonesia terhadap korban bencana Sulteng sangat luar biasa, mereka berbondong-bondong menolong saudaranya baik menjadi relawan maupun berupa donasi.
 
"Alhamdulillah bantuan dari lembaga-lembaga atau pun perorangan sangat luar biasa. Walaupun kondisi ekonomi kita bisa dikatakan memprihatinkan, tetapi semangat membantu saudaranya luar bisa," ucapnya.
 
Namun, menurutnya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh pemerintah belum maksimal dan terlambat. Padahal, katanya, Indonesia mempunyai kemampuan yang dapat mendukung untuk menolong korban bencana lebih cepat. **
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 123 Kali
Berita Terkait

0 Comments