Nasional / Politik dan Pemerintahan /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 03/10/2018 13:41 WIB

Prof. Musni Umar : Kredibilitas Jatuh, Ratna Sarumpaet diminta Bertaubat

Prof Musni Umar
Prof Musni Umar

BEKASI, DAKTA.COM – Demokrasi meniscayakan, boleh beda pendapat, beda pandangan, beda prinsip, bahkan beda agama sangat mungkin namun perbuatan membohongi tidak dibenarkan. Demikian disampaikan Prof. Musni Umar Sosiolog dan Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta pada Dakta (3/10)

 

Prof Musni mengaku sedih dengan kabar yang beredar di masyarakat dan sempat percaya bahwa Aktivis Ratna Sarumpaet dipukuli sehingga muncul simpati di masyarakat, kemudian terungkap tidak benar karena berita tersebut ternyata hoax.

 

“itu sama saja dia rusak dirinya, sejak lama kita kenal dia seorang aktivis yang gigih membela rakyat banyak” ungkapnya

 

Menurutnya, semua orang tahu apa yang dilakukannya selalu diliput media menjadi sorotan, Ratna Sarumpaet juga dikenal sebagai suara rakyat, suara masyarakat.

 

“dengan berita ini betul betul menyedihkan kita, karena nila setitik rusak sebelanga. Dia ingin memelihara popularitas, tapi kemudian dia merusak dirinya” keluhnya

 

Dalam wawancara dengan Dakta, Prof. Musni Umar mengatakan, era saat ini, apa yang kita katakan harus bisa dipertanggung jawabkan, kapan melakukannya, dimana tempatnya, siapa yang melakukannya. Ini semua harus dipertanggung jawabkan.

 

Ia menegaskan, ini masalah sangat serius. Kita diajarkan didalam Al quran untuk memberi maaf orang yang bersalah dan sudah meminta maaf dan memerintahkan kita banyak berbuat baik, dan menjauhi orang-orang yang bodoh.

 

Pembohongan Publik yang sudah dilakukan ini kategori serius, Prof. Musni Umar meminta Ratna Sarumpaet bertaubat, karena membohongi rakyat Indonesia bahkan calon presiden Prabowo Subianto, sampai disiarkan luas oleh media.

 

“termasuk saya, merasa dibohongi sehingga membuat tulisan tentang demokrasi atas kasus ini” ucapnya

 

Demokrasi itu meniscayakan, boleh beda pendapat, beda pandangan, beda prinsip, bahkan beda agama sangat mungkin meniscayakan, karena ini pemberian Tuhan yang tidak bisa kita elakkan sejak kecil kita beragama.

 

Sebaiknya kita memaafkan Ratna Sarumpaet yang telah membohongi kita, tetapi pada saat yang sama kita juga minta ratna bertaubat, tidak mengulangi perbuatannya membohongi rakyat, banyak berbuat baik, menyesali perbuatan.

 

Dalam wawancara dakta, pendengar pak Bambang interaktif on air dirinya menilai ibu Ratna Sarumpaet adalah satria sejati mau mengakui kesalahannya, tulus berani konferensi pers di hadapan rakyat Indonesia kalau ia telah berbohong, dan mengakui kebohongan kesalahannya tetapi karena nila setitik rusak koalisi 02, Pak Bambang berharap pak prabowo dan pak amin rais harus bisa menilai bahwa dia seorang satriawati.

 

Prof Musni menanggapi dan mengatakan, seorang tokoh,  perkataannya, pandangannya, pemikirannya, apapun juga akan diliat orang, betul-betul harus hati-hati, kalau dalam zona keilmuan kita bisa salah tapi kalau menipu atau berbohong tidak boleh, karena ada kredibilitas yang harus dipertahankan.

Editor : Hanna Ritonga
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 642 Kali
Berita Terkait

0 Comments