Nasional / Politik dan Pemerintahan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 14/09/2018 14:35 WIB

Tanggapi Debat Bahasa Inggris, Kubu Jokowi Tantang Lomba Ngaji

Sekretaris Jenderal DPP PKB Abdul Kadir Karding
Sekretaris Jenderal DPP PKB Abdul Kadir Karding
JAKARTA, DAKTA.COM - Sekretaris Jenderal DPP PKB, Abdul Kadir Karding menilai usulan koalisi Prabowo-Sandiaga agar debat calon presiden-calon wakil presiden menggunakan bahasa Inggris, menandakan koalisi tersebut kehabisan bahan kampanye.
 
Ia menilai tidak perlu mengeluarkan ide-ide seperti itu sebenarnya tidak krusial dan tidak ada aturan yang mengharuskan debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris.
 
"Kalau mau cari-cari seperti itu saya bisa usulkan lomba ngaji, lomba shalat antara capres, jadi jangan aneh-aneh," kata Karding di Jakarta, Jumat (14/9).
 
Menurutnya, debat capres-cawapres harus menggunakan bahasa Indonesia karena berdasarkan UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara.
 
"Karena itu dalam aturan tidak ada yang mengharuskan debat dalam bahasa Inggris. Itu orang-orang berkampanye dengan satu judul, itu kehabisan bahan," ujarnya.
 
Karding yang merupakan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) mengatakan seharusnya para peserta kontestasi Pilpres mengkampanyekan rekam jejak, program, dan prestasi yang sudah diraih.
 
Sebelumnya, koalisi partai politik pengusung pasangan bakal calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusulkan agar debat capres-cawapres menggunakan bahasa Inggris.
 
"Boleh juga kali ya (debat menggunakan bahasa Inggris). Ya makanya hal-hal rinci seperti itu perlu didiskusikan," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Rumah Pemenangan PAN di Jalan Daksa, Jakarta, Kamis (13/9).
 
Menurut Yandri tidak masalah jika debat pasangan calon (paslon) menggunakan bahasa Inggris karena pemimpin Indonesia terpilih nantinya akan bergaul dan berbicara di dunia internasional menggunakan bahasa Inggris. **

 

Editor : Asiyah Afifah
Sumber : antaranews.com
- Dilihat 872 Kali
Berita Terkait

0 Comments