Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 08/08/2018 10:44 WIB

FKUB-Kesbangpol Bersinergi Jaga Kerukunan Antar Umat Beragama

Bincang Publik bersama Sekretaris FKUB Kabupaten Bekasi, Mubarok Nuri
Bincang Publik bersama Sekretaris FKUB Kabupaten Bekasi, Mubarok Nuri
CIKARANG, DAKTA.COM - Kerukunan antar umat beragama harus terus terjalin di masyarakat untuk menghindari konflik satu sama lain dan menjaga keharmonisan antar sesama umat.
 
Hal itu juga yang menjadi fokus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi untuk menjaga kerukunan dan keharmonisan di antara umat beragama.
 
"FKUB fokus kepada antar umat beragama agar mereka dapat hidup rukun dan berinteraksi dengan baik. Maksud rukun itu, tidak ada konflik di antara mereka dan komunikasi dapat berjalan dengan baik," kata Sekretaris FKUB Kabupaten Bekasi, Mubarok Nuri dalam Bincang Publik Radio Dakta di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang pada Rabu (8/8).
 
Ia menuturkan, antara FKUB dan Kesbangpol Kabupaten Bekasi terus menjalin komunikasi aktif dan bersinergi untuk mencegah terjadinya pertengkaran dan kekerasan di kalangan umat beragama.
 
Selain kerukunan, Mubarok juga membahas terkait terorisme dan jihad yang banyak salah diartikan oleh beberapa oknum.
 
"Jihad dianggap perang oleh teroris itu salah dan sudah sangat melenceng jauh. Jihad itu harus didasari dengan ketulusan dan ridho dari Allah SWT. Jihad merupakan tindakan yang beradab sedangkan terorisme itu biadab," ujar Mubarok.
 
Menurutnya, penyebab aksi terorisme itu karena seseorang merasa adanya ketidakadilan dalam dirinya yang membuat mereka melakukan hal tidak terpuji.
 
"Adanya rasa ketidakadilan bisa menimbulkan kemarahan yang membuat mereka mencari cara bagaimana melampiaskan kemarahannya itu. Kemudian dia akan mencari orang yang bisa melakukan pemberontakan," jelasnya.
 
Berjihad, lanjutnya, mempunyai sasaran yang jelas sesuai aturan agama. Sedangkan aksi terorisme tidak mempunyai target yang jelas, sehingga menimbulkan korban yang tidak bersalah.
 
Ia mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menghindari paham-paham terorisme dan selalu menjaga kerukunan serta komunikasi antar sesama masyarakat tanpa membedakan suku dan agama. **
 
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 452 Kali
Berita Terkait

0 Comments