Bekasi / Kabupaten /
Follow daktacom Like Like
Senin, 06/08/2018 11:53 WIB

Sepuluh Kecamatan di Kabupaten Bekasi Tergerus Kawasan Industri

Ilustrasi lahan pertanian
Ilustrasi lahan pertanian
CIKARANG, DAKTA.COM - Pemerintah Kabupaten bekasi mengajukan Raperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) ke pansus 28 DPRD, tetapi prosesnya batal disahkan karena pembahasan LP2B terpaksa harus ditunda untuk menunggu berapa jumlah lahan yang harus diperdakan.
 
Pansus meminta Pemkab Bekasi menjelaskan sekitar 1500 perizinan yang dikeluarkan karena hal itu berpengaruh pada Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) wilayah dan Perda LP2B. 
 
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Abdulah Karim mengatakan bahwa memang Perda RDTR dan lahan pertanian saling berkaitan, jangan sampai dinas lain mengeluarkan izin berimbas pada menyusutnya lahan pertanian.
 
"Dari 23 kecamatan, 10 kecamatan sudah tidak ada lagi lahan pertanian, karena telah menjadi lahan pemukiman dan industri. Oleh karena itu perda itu sangat dibutuhkan agar mencegah penyusutan lahan pertanian," katanya pada Senin (6/8).
 
Abdulah Karim menambahkan, untuk kecamatan dengan sisa luas lahan pertanian terbesar berada di Kecamatan Pebayuran dengan luas mencapai 8.362 ha, disusul Sukakarya dengan luas 4.447 ha, Sukawangi dan Tambelang dengan luas 3.139 ha, Sukatani dengan luas 2.413 ha, Cikarang Timur 2.323 Ha, Karang Bahagia 2.284 Ha, Cabang Bungin 1.759 Ha, Kedungwaringin 1.638 Ha, Cibarusah 1.591 Ha, Serang Baru 1.141 Ha, Bojongmangu 700 Ha serta Cibitung 52 Ha.
 
"Kecamatan-kecamatan itulah nantinya yang akan menjadi tempat lahan abadi pertanian dan tidak boleh lagi pemukiman dan industri membangun di atas tanah pertanian," pungkasnya. **
Reporter : Ardi Mahardika
Editor : Asiyah Afifah
- Dilihat 581 Kali
Berita Terkait

0 Comments