Jurnal Haji /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 25/07/2018 12:18 WIB

Panglima TNI: Niat Tulus Beribadah Adalah Kunci Utamanya

Sambutan Panglima TNI yang dibacakan oleh Kasum TNI, Didit Herdiawan saat Pelepasan Jemaah Haji
Sambutan Panglima TNI yang dibacakan oleh Kasum TNI, Didit Herdiawan saat Pelepasan Jemaah Haji
JAKARTA, DAKTA.COM - Untuk memperoleh haji yang mabrur, perlu disadari dengan niat yang tulus untuk beribadah adalah kunci utamanya. Selanjutnya perhatikan dan jalankan segala rukun haji dengan sebaik-baiknya serta upayakan untuk menambah ibadah-ibadah sunnah lainnya.
 
Demikian sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A., dihadapan 252 orang pada acara Pelepasan Calon Jemaah Haji Badan Koordinasi Urusan Haji (Bakuh) TNI Tahun 1439 H/2018 M. di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/7).
 
Panglima TNI menyampaikan bahwa inilah momentum yang sangat ditunggu-tunggu oleh para calon jemaah haji, setelah dengan sabar menanti untuk memperoleh kesempatan menunaikan rukun Islam ke-5. 
 
“Gunakan kesempatan yang ada untuk beribadah sebanyak-banyaknya, jauhilah hal-hal yang dapat mengurangi dan bahkan menghilangkan pahala haji sekecil apapun,” ujarnya.
 
“Saya mengucapkan selamat kepada bapak dan ibu sekalian yang telah siap berangkat ke Tanah Suci Mekah Al Mukaromah.  Semoga bapak dan ibu calon jemaah haji dapat melaksanakan semua rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar sehingga memperoleh haji yang mabrur,” imbuh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
 
Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa ibadah haji dilakukan di negara sahabat, maka harus menghormati aturan, ketentuan dan budaya yang berlaku di negara tersebut. Jemaah haji Indonesia adalah duta-duta bangsa dan diplomat-diplomat haji Indonesia. “Jauhi dan hindari tindakan-tindakan yang melanggar ketentuan dan peraturan Pemerintah Arab Saudi,” tuturnya.
 
“Selain itu, harus difahami pula bahwa jamaah haji TNI yang berjumlah 252 orang akan berbaur dengan 2 juta lebih jemaah haji dari berbagai negara di seluruh dunia, yang akan melakukan ibadah secara bersama-sama. Oleh karena itu, jamaah calon haji harus betul-betul menyiapkan diri untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi tersebut,” lanjut Panglima TNI.
 
Panglima TNI juga berpesan untuk hilangkan sikap egois dan merasa paling benar sendiri, tanamkan kasih sayang dan semangat kebersamaan, kembangkan solidaritas, pupuk sikap toleransi dan saling menghormati, serta tampil sebagai sosok haji Indonesia yang santun dan berakhlakul karimah. “Hindari tindakan atau kegiatan yang dinilai syirik, sehingga tidak berbenturan dengan aparat syariah dan mempermalukan martabat bangsa Indonesia,” tegasnya.
 
Ditambahkan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa perjalanan ke tanah suci bukan perjalanan ibadah biasa, tetapi perjalanan ibadah khusus yang mungkin hanya seumur hidup sekali melakukannya. Maka agar prosesi ibadah haji dapat dilaksanakan dengan baik, siapkan dan jaga kondisi fisik dan mental. “Untuk itu diperlukan pula pengelolaan waktu dan kegiatan yang efektif dan efisien agar energi serta stamina tidak terkuras sebelum waktunya, sehingga mengakibatkan kondisi kesehatan dan mental menurun pada saat rangkaian kegiatan ibadah mencapai puncaknya,” pungkasnya. **
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : Rilis Puspen TNI
- Dilihat 161 Kali
Berita Terkait

0 Comments