Nasional / Sosial /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 30/05/2018 14:37 WIB

Kapal Ramadan ACT Berlayar Jelajahi Indonesia Timur

Kapal Ramadhan ACT mengangkut ratusan ton pangan untuk diberikan keluarga membutuhkan di pelosok NTT
Kapal Ramadhan ACT mengangkut ratusan ton pangan untuk diberikan keluarga membutuhkan di pelosok NTT
BARRU, DAKTA.COM - Memasuki pertengahan Ramadhan, ikhtiar besar bangsa ini untuk mewujudkan amalan terbaik semakin terlihat. Ikhtiar untuk membahagiakan saudara sebangsa di pelosok Indonesia Timur diinisiasi, melalui perjalanan Kapal Ramadhan. Rabu (30/5), Kapal Ramadhan resmi lepas jangkar dari Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
 
Kapal yang digerakkan oleh kepedulian putra-putri bangsa Indonesia ini berlayar menuju Indonesia Timur, khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Kapal Ramadhan mengangkut ratusan ton bahan pangan yang dikemas dalam 10 ribu paket pangan Ramadhan. Paket pangan ini akan diberikan kepada puluhan ribu keluarga yang paling membutuhkan di pelosok-pelosok NTT. 
 
Presiden ACT Ahyudin menyampaikan, Kapal Ramadhan lebih dari sekadar penggerak sosial dan ekonomi. Menurutnya, Kapal Ramadhan adalah jembatan silaturahmi, yang menghubungkan energi kebaikan. 
 
"Di antara spot sasaran implementasi, ada daerah yang sampai sekarang belum dialiri listrik. Akses jalan dan sarana transportasi juga masih terbatas. Kapal Ramadhan membuka hati untuk peduli, mengakselerasi ikhtiar pemerataan dan empati yang menautkan banyak hati. Semua dibukakan hati untuk bersatu, menarik perhatian langit agar semua disayang Allah," papar Ahyudin, dalam seremoni pelepasan Kapal Ramadhan di Pelabuhan Garongkong. Kabupaten Barru, Rabu (30/5). 
 
Pelosok-pelosok Nusa Tenggara Timur menjadi fokus pendistribusian paket pangan yang diangkut oleh Kapal Ramadhan. Hal ini mengingat cukup tingginya angka kemiskinan di provinsi tersebut. Data statistik per September 2017 menyebutkan angka kemiskinan di NTT mencapai sekitar 22% dari total penduduk NTT atau setara dengan 1,134,740 jiwa. 
 
Insan Nurrohman selaku Vice President ACT menyampaikan, usai lepas jangkar Kapal Ramadhan akan berlayar selama delapan hari dengan jarak tempuh 665 nautical miles (Km).
 
Kapal  tersebut akan singgah di tiga titik. Titik pertama adalah Labuan Bajo, lalu kapal akan singgah lagi di Kaiabahi, dan terakhir ke Kupang. 
 
“Di setiap titik singgah, kapal akan menurunkan ribuan paket pangan. Setelah paket pangan tersebut diturunkan, kapal akan Ianjut berlayar ke titik singgah berikutnya. Sementara itu, paket-paket pangan yang sudah diturunkan di pelabuhan langsung didistribusikan oleh relawan kami di area-area pendistribusian," jelas lnsan. 
 
lnsan menambahkan, 10 ribu paket pangan Ramadhan akan menjangkau 47 desa yang tersebar di 9 kabupaten di NTT. Sekitar Sembilan kabupaten tersebut di antaranya Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka (khususnya Kecamatan Maumere), Ende, Alor, Atambua, Kupang, dan Timur Tengah Selatan.
 
"Lalu dari sembilan kabupaten ltu, tim kami akan masuk lagi ke pelosok-pelosok. Misalnya di wilayah kepulauan di Labuan Bale, kami akan menjangkau wilayah Golo Lijun dan Golo Lebo, daerah yang belum tersentuh listrik. Lalu di Alor, kami akan menyambangi Pulau Pantar, Pulau Pura, dan Pulau Buaya,“ terang lnsan. 
 
Selain paket pangan, Kapal Ramadhan juga mengangkut puluhan relawan yang siap diterjunkan langsung di wilayah distribusi. Relawan-relawan tersebut tidak hanya membantu pendistribusian bantuan pangan, namun juga menggelar layanan kesehatan. 
 
"Insya Allah, relawan medis kami akan diterjunkan di Kabupaten Alor dan Pulau Kera. Di sana mereka akan memberikan pelayanan kesehatan ke warga lokal," pungkas lnsan. 
 
Sebelumnya, Senin (28/5), sekitar 100 ton bahan pangan-seperti minyak kelapa, gula, dan beras disiapkan serta dikemas di Desa Anabanna, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Sidenreng Rappang (Sidrap) merupakan salah satu sentra penghasil beras terbesar di Sulawesi Selatan. Pengemasan paket pangan tersebut melibatkan lebih dari 50 relawan. **
 
Editor : Asiyah Afifah
Sumber : ACT
- Dilihat 2338 Kali
Berita Terkait

0 Comments