Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 08/03/2018 13:33 WIB

MUI Pertanyakan Pembinaan Bagi Pengguna Cadar di UIN Sunan Kalijaga

muslimah bercadar
muslimah bercadar
BEKASI_DAKTACOM : Larangan penggunaan cadar di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta mendapatkan respon yang cukup besar. Kebijakan tersebut sontak mendapatkan reaksi dari berbagai kalangan masyarakat. Kebanyakan dari mereka mempertanyakan alasan kebijakan tersebut.
 
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr Anwar Abbas mempertanyakan penggunaan kata 'Pembinaan' dalam kebijakan tersebut, menurutnya kata tersebut berkesan bahwa mahasiswi yang memakai cadar bermasalah.
 
"MUI meghimbau kepada pihak Rektor UIN Sunan Kalijaga agar mengganti penggunaan kata pembinaan, mungkin bisa diganti dengan dialog bersama para mahasiswi yang menggunakan cadar secara persuasif," jelasnya kepada Dakta, Kamis (8/3).
 
Anwar menyatakan kalau mahasiswi yang bercadar dilarang, bagaimana dengan mereka yang berpakaian tidak menutup aurat di kampus.
 
"Karena yang tidak boleh itu yang menampakan auratnya. Justru mereka yang tidak menutup auratnya inilah yang harus dilakukan pembinaan," paparnya.
 
Anwar juga menambahkan kalau masalah cadar ini masuk ke dalam ranah Ikhtilaf yang sebagian Ulama mewajibkan untuk menggunakan cadar dan sebagian lainya mengatakan seluruh tubuh aurat kecuali muka dan telapak tangan. 
 
Dirinya berpesan kepada seluruh mahasiswi baik yang bercadar atau tidak untuk saling menghargai dan tidak saling mengejek.
 
"Yang perlu kita tanamkan adalan rasa Tasamuh (Toleransi) terhadap sesama," ucapnya.
 
MUI menghimbau kepada Menteri Agama agar pihak Rektorat meninjau kembali kebijakan tersebut, untuk membuat keputusan dengan adil, bijak dan menyejukkan agar dapat diterima seluruh kalangan. (alya)
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : Radio Dakta
- Dilihat 767 Kali
Berita Terkait

0 Comments