Bekasi / Kota /
Follow daktacom Like Like
Rabu, 07/02/2018 12:04 WIB

Gedung Kesenian Kota Bekasi Jadi Tempat Berkumpulnya Pegiat Seni

Rahmat Malik
Rahmat Malik

BEKASI_DAKTACOM: Sejalan dengan rencana Pemkot Bekasi tentang pemanfaatan Gedung Kesenian Kota Bekasi, pemerhati budaya Bekasi, Rahmat Malik, berharap Gedung Kesenian Kota Bekasi dapat digunakan oleh seluruh elemen pegiat seni di Kota Bekasi. Rahmat Malik mengatakan hal itu dalam acara Syukuran Gedung Kesenian Bekasi bersama seluruh padepokan silat dan sanggar seni, pada Rabu (7/2), di Gedung Kesenian Kota Bekasi, Jl. Pansor Rawa Gede, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi.

"Gedung Kesenian Bekasi sebagai tempat silaturahimnya para pegiat seni dan menjadi tolak ukur kepada dunia, bahwa Kota Bekasi adalah kumpulnya para pegiat seni, baik dari bela diri, musik serta seni lainnya. Ada yang kurang di Gedung Kesenian ini, wajib ditunaikan adalah sarana ibadah musholla yang belum terlihat", ungkap Rahmat Malik.

Lebih lanjut Rahmat mengatakan keberadaan gedung kesenian ini sangat penting, ada Rawa Gede yang sangat mempesona di samping gedung kesenian. Hal ini juga menjadi daya tarik wisata yang sangat luar biasa jika dikelola dengan baik, ditambah berdampingan dengan gedung kesenian. "Jangan pernah menyisihkan tokoh masyarakat Kelurahan Bojong Gede, berdayagunakan remaja disekitar, ciptakan lapangan kerja yang baik untuk sekitar," tambah Rahmat.

Terpisah, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Bekasi, Ahmad Zarkasih, menyampaikan keinginan agar Situ Rawa Gede yang berlokasi di Kelurahan Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, dijadikan destinasi wisata Kota Bekasi.

“Pengelolaan Situ Rawa Gede bisa menambah destinasi wisata di Kota ini,” ucap Zarkasih usai meresmikan Gedung Kesenian Kota Bekasi, yang tepat bersebelahan dengan Situ Rawa Gede.

Namun demikian, saat ini status kepemilikan Situ Rawa Gede masih di bawah kewenangan Kementerian PUPR RI. Pihaknya beberapa waktu lalu sempat melayangkan surat pada kementerian untuk mengambil alih pengelolaan namun belum direspon.

Menurut Zarkasih, bila permohonan alih kelola dikabulkan, Situ Rawa Geede bisa disinergiskan dengan Gedung Kesenian sehingga masyarakat makin antusias berkunjung ke daerah tersebut.

“Kita sudah membuat Surat Nota Dinas kepada Kementrian PUPR untuk penataan Situnya. Kita bangun untuk jogging track, pembuatan taman, lampu, kursi termasuk pembuatan dermaga buat swafoto,” kata Zarkasih.

Dinas Budaya dan Pariwisata akan memohon kembali pada Kementerian PUPR secepatnya. Rencananya, bila diizinkan penataan tersebut dapat rampung tahun 2019. “Targetnya tahun 2019 sudah terealisasi,” pungkas Zarkasih.

Reporter : Warso Sunaryo
Editor : Dakta Administrator
- Dilihat 152 Kali
Berita Terkait

0 Comments