Nasional / Kesehatan /
Follow daktacom Like Like
Jum'at, 29/12/2017 07:30 WIB

Bio Farma Optimalkan Kapasitas Produksi Vaksin Difteri

Ilustrasi penggunaan vaksin bagi anak
Ilustrasi penggunaan vaksin bagi anak
BANDUNG_DAKTACOM: Bio Farma terus memproduksi vaksin yang mengandung difteri, dengan memaksimalkan kapasitas yang ada. Vaksin dengan kandungan difteri yang terdiri dari DT, Td dan DTP-HB-Hib, pada tahun 2018 akan diproduksi  sebanyak 19.5 juta vial.
 
Jumlah tersebut, sudah termasuk untuk kebutuhan imunisasi nasional dan untuk kebutuhan Oubreak Response Immunization  (ORI). 
 
Corporate Secretary Bio Farma, Bambang Heriyanto menyatakan Bio Farma siap untuk memenuhi kebutuhan vaksin yang mengandung difteri, dengan jumlah tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pemerintah, baik untuk program imunisasi rutin maupun untuk pencegahan KLB difteri.
 
“Dengan kemampuan dan kapasitas yang ada, kami siap untuk memenuhi kebutuhan pemerintah untuk mencegah KLB difteri menyebar. Total produksi vaksin  dengan kandungan difteri yang akan kami produksi pada tahun 2018 akan ditingkatkan kapasitas produksinya menjadi 19,5 juta vial”, ujar Bambang, Kamis (28/12).
 
Sementara itu, Direktur Pemasaran Bio Farma, M. Rahman Rustan mengatakan, untuk pengadaan Anti Difteri Serum (ADS) hasil produksi Bio Farma, saat ini masih dalam tahap pengembangan dan optimalisasi, sehingga untuk memenuhi kebutuhan ADS untuk pasien difteri, masih melalui impor dari salah satu mitra Bio Farma.
 
“Kami masih melakukan pengembangan dan optimalisasi produksi ADS, selain itu, dibutuhkan  waktu yang cukup panjang untuk membuat ADS, sedangkan saat KLB, diperlukan penanganan yang cepat, sehingga pengadaan ADS dilakukan melalui mekanisme impor”, ujar Rahman.
 
Rahman menambahkan dengan ketersediaan ADS yang terbatas, distribusi dilakukan melalui kordinasi  Kementerian Kesehatan  dan RS Pemerintah.
 
“Saat ini kapasitas produksi Bio Farma, kami prioritaskan  untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, permintaan eksport baik vis UNICEF, PAHO dan Bilateral telah kami nego untuk dijadual ulang, setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi.
 
Adapun untuk mendapatkan vaksin, program ORI dapat menghubungi Dinas Kesehatan atau fasilitas kesehatan pemerintah. Sedangkan untuk vaksinasi mandiri dapat menghubungi distributor resmi Bio Farma yaitu Sagi Capri, Merapi, IGM dan Rajawali Nusindo, atau menghubungi Klinik Imunisasi dan Apotek Bio Farma. 
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : jabarprov.go.id
- Dilihat 286 Kali
Berita Terkait

0 Comments