Nasional / Pendidikan /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 07/12/2017 10:30 WIB

Mahasiswa Psikologi UMM Paparkan Bahaya Gadget Bagi Anak

pemaparan mahasiswa umm soal bahaya gadget bagi anak
pemaparan mahasiswa umm soal bahaya gadget bagi anak
MALANG_DAKTACOM: Perkembangan zaman yang semakin pesat menjadikan hampir semua kalangan akrab dengan gadget. Tidak hanya orang dewasa saja, bahkan anak berumur 3-9 tahun pun sudah memiliki gadget yang diberikan oleh orang tuanya. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan anak nantinya.
 
Fenomena tersebut merupakan hasil pengamatan yang dilakukan oleh 6 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melakukan pengamatan satu bulan pada November lalu  di kawasan RW 3 Kelurahan Blimbing, Kota Malang. Enam mahasiswa Fakultas Psikologi UMM itu diantaranya adalah Alfin Rhomansyah, Intan Nur Fitriyani, Aulia Nur Imanda, Zulfa Fatimah, Egatha Anisa Fistara, dan Sabila Anggarawati.
 
Dari pengamatan tersebut dibuatlah solusi agar orang tua dapat menjadi pengontrol dalam pemberian serta penggunaan gadget pada anak dibawah umur. Koordinator kelompok tersebut, Alfin Rhomansyah menyatakan, maraknya penggunaan gadget oleh anak dibawah umur merupakan permasalahan yang sangat penting untuk segera diatasi. Bukan hanya berpengaruh pada pola komunikasi, kedekatannya dengan gadget  yang tidak dikontrol dapat berpengaruh pada perilaku sosialnya.
 
“Melalui metode psikoedukasi, kami ingin membangkitkan kesadaran pada orang tua bahwa pengontrolan gawai pada anak sangat penting. Melalui psikoedukasi ini harapannya dapat menurunkan intensitas penggunaan gawai terutama pada anak dibawah umur,” ungkap Alfin saat ditemui setelah melaksanakan proses psikoedukasi, Rabu (6/12).
 
Dengan bertajuk “Menjadi orang tua selektif dalam lingkungan anak”, kelompok mahasiswa semester 7 itu memberikan pembahasan seputar gadget dan dampaknya. Psikoedukasi ini, lanjut Alfin, sasarannya adalah para orang tua terutama ibu agar dapat mengontrol pemberian gawai pada anak. Di kawasan RW 3 Kelurahan Blimbing Kota Malang itu, anak usia 3 tahun sudah mulai memegang gawai dan mahir memainkannya.
 
“Pemandangan semacam itu sudah biasa, akhirnya orang tua yang kami rasa punya peluang untuk mengontrol,” jelas mahasiswa asal Sidoarjo itu.
 
Salah satu peserta penyuluhan, Kiti Hartatik, yang juga merupakan salah satu penggagas taman baca “Krambil” menyatakan bahwa banyak anak-anak di RW 3 yang ketika tes kesehatan mata, ternyata mengalami gangguan pengelihatan dan akhirnya menggunakan kaca mata. Hal ini terjadi pada anak-anak yang kesehariaannya menggunakan gawai secara berlebihan.
 
Psikoedukasi ini dikemas dalam pembuatan mind map yang mengajak orang tua berpartisipasi aktif dalam memberikan solusi terhadap permasalahan yang terjadi itu. “Pembuatan mind map difokuskan pada penanganan dan peningkatan kontrol sosial. Dengan membuat mind map ini, orang tua dapat mengetahui kedepannya apa yang harus dilakukan untuk bersama mengatasi permasalahan tersebut,” ujarnya Alfin lagi.
 
Tidak hanya itu, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan kontroling yang dilakukan setiap tiga hari sekali selama dua minggu untuk memastikan peserta tidak memiliki kendala dalam menerapkan kontrol untuk mengurangi penggunaan gadget anak, sesuai perencanaan yang telah mereka buat.
 
“Akan terus dilakukan pengontrolan dari kami agar permasalahan tersebut dapat terus diatasi,” pungkasnya.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : muhammadiyah.or.id
- Dilihat 69 Kali
Berita Terkait

0 Comments