Parlemen / DPR RI /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 09/11/2017 08:15 WIB

Komisi X: Rendahnya Budaya Malu Berimbas Maraknya Pembajakan

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra
JAKARTA_DAKTACOM: Maraknya kasus pembajakan produk industri dan ekonomi kreatif di Tanah Air mengundang keprihatinan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra. Sutan menilai, pembajakan hak cipta di tanah air sangat terkait dengan rendahnya budaya malu di Indonesia.
 
“Secara filosofi maraknya kasus pembajakan erat kaitannya dengan rendahnya budaya malu di Tanah Air. Akibat rendahnya budaya malu, orang menjadi biasa atau merasa tidak bersalah jika harus menggunakan produk bajakan,” prihatin Sutan, dalam rilisnya, Rabu (8/11).
 
Politisi F-Gerindra itu mencontohkan, seperti kasus VCD bajakan yang melumpuhkan industri rekaman di Indonesia. Hal itu terjadi karena orang terbiasa untuk membeli VCD bajakan, karena murah dan tidak punya kesadaran bahwa itu suatu perbuatan melawan hukum.
 
Untuk mengatasi pembajakan, Sutan menilai tidak ada solusi yang sepotong-potong atau parsial. Tapi harus dilakukan simultan atau bersama-sama antara penegakan hukum, sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat dan penyuluhan termasuk peningkatan kerja sama industri.
 
“Sebagai contoh di Eropa. Dalam skala ekonomi pembajakan VCD, nyaris tidak ada. Karena standar industrinya tinggi, VCD bajakan tidak bisa di putar di mesin pemutar VCD. Selain itu, budaya malu masyarakat juga kuat, orang Eropa malu jika menonton film bajakan,” imbuh Sutan.
 
Untuk itu, Sutan menyarankan melawan pembajakan harus menjadi gerakan nasional di Indonesia, sehingga harapannya dalam satu atau dua dasawarsa ke depan pembajakan di Indonesia sudah bisa dikurangi.
 
“Hal itu didukung dengan  penegakan hukum yang sudah kuat, serta budaya masyarakat juga yang sudah anti pembajakan,” tandas politisi asal dapil Jambi itu.
Editor : Azeza Ibrahim
Sumber : dpr.go.id
- Dilihat 46 Kali
Berita Terkait

0 Comments