Oase Iman /
Follow daktacom Like Like
Kamis, 14/05/2015 10:11 WIB

Missionaris Gunakan Qur'an Untuk Pemurtadan

Abu Deedat Syihab
Abu Deedat Syihab

BEKASI_DAKTACOM: Banyak cara yang dilakukan para misionaris untuk memurtadkan umat Islam. Terutama kepada mereka yang Imannya tipis, dan tak banyak memahami Islam. Mereka jarang shalat apalagi melakukan kewajiban  seperti puasa dan zakat. Islamnya hanya terlihat saat lebaran. Orang ini disebut sebagai  Islam  KTP, artinya hanya di KTP saja tercatat sebagai Islam tapi kewajiban sebagai seorang muslim tak dilaksanakan.

Umat  Islam seperti di atas-lah yang menjadi sasaran missionaris yang paling mudah dimurtadkan. Para missionaris sudah lama menyiapkan strategi untuk memurtadkan mereka. Anda jangan harap para misionaris  datang  dengan mabawa kitab injil. Yang mereka bawa justru ayat-ayat Al-Qur’an. Lalu setelah tertarik merekapun memelintir ayat-ayat itu untuk meyakini Yesus. Ayat-ayat yang digunakan adalah yang berkaitan dengan kisah Nabi Isa Alaihissalam  yang kemudian diputar menjadi Yesus. Misalnya, ayat yang menceritakan tentang Isa Almasih dilahirkan dengan mukzat dari seorang perempuan Maryam sebagaimana  pada  surat Maryam (19/20). Soal Roh Qudus  pada surat Maryam (19:17),  dan lain-lain.

Menurut,  Drs. H. AbuDeedat, seorang Kristolog yang sering berdebat dengan pendeta, misi  pemurtadan dengan menggunakan simbol-simbol Islam serta membawa dalil Al-Qur’an dan sunnah sudah sering dilakukan oleh para misionaris kristen, seperti apa yang dilakukan oleh Yusuf Rony.

Yang terbaru ditemukan kata Abu Deedat adalah  selebaran yang disebarkan oleh Robert P. Walean, Sr. Dalam selebaran yang  dibuat Robert P Walean,   berisi tentang ayat-ayat yang membenarkan Islam dengan mencantumkan surat Ali Imran ayat 18 dan 85.

Robert mulai membelokkan secara perlahan  ketika berbicara  tentang doktirin penebusan dosa, baik dipandang dari sudut Al-Qur’an maupun pandangannya sendiri. Ia sengaja menafsirkan sendiri ayat-ayat tersebut sesuai dengan apa yang ingin ia tuju. Bagi umat Islam yang malas belajar Islam tentu tak tahu kalau ayat-ayat sudah dibelokkan, cerita Abu Deedat.

Pada poin terakhir dari selebaran itu, Robert mengupas  tentang Isa Almasih. Tentu dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Isa Almasih. Jika anda penasaran dengan tulisannya itu Robert membuka diskusi  SMS. Iapun mencantumkan nomor HP yang dapat dihubungi dengan SMS.

 Ketika ada respon dari orang yang membaca selebaran yaang ia buat,  disitulah dikeluarkan jurus pamungkas  pemurtadan. Tak jelas sudah berapa banyak orang yang telah berhasil dimurtadkan, tapi yang jelas stragetis membawa ayat-ayat dan Al-Qur’an dan hadis serta simbol-simbol Islam untuk memurtadkan umat Islam cukup ampuh.

Robert P Walean kata Abu Deedat, tak hanya menyebarkan selebaran yang ia buat kepada masyarakat awam, tapi  ia juga mengirim surat ke Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudoyono. Surat  yang ia kirimkan ke SBY perihal Meredam /mengatasi gesekan antar perikut Muhammad SAW dengan Pengikut Isa Al Masih.  Surat itu ditembuskan kepada Presiden Amerika Barck Obama, Ban Ki-moon, sekretaris Jenderal PBB, Menteri Agama RI dan Kapolri. Tak jelas apa surat itu benar dikirim, atau sekedar menunjukkan bahwa tindakannya menyebar selebaran itu sesuatu nyang benar dan berani.

Inti surat itu Robert mengajak agar umat Kristen menerima Muhammad SAW adalah utusan Allah karena itu terdapat dalam Alkitab, dan umat Islam menerima Isa Almasih adalah  juru selamat Allah, karena itu juga ada terdapat di dalam Al-Qur’an.

Abu Deedat mengingatkan umat Islam, jika menerima selebaran yang dibuat  Robert P Walean, Sr, tak mudah percaya. Apalagi mau SMS an.  Terutama kepada orang yang belum memahami Al-Qur’an. Karena dapat berakibat dimurtadkan. Berdikusilah dengan para kristolog sebelum berdikusi dengan para misionaris yang belakangan ini membawa ayat ayat Al-Qur’an dan hadis untuk diplintir dari tafsir yang sebenarnya.

 

Editor :
Sumber : Ulil Albab
- Dilihat 2288 Kali
Berita Terkait

0 Comments